Imigrasi di Inggris
Terbaru 10 Januari 2014 - 00:55 WIB
Aparat keamanan menangkap seorang pendatang gelap di Inggris.
Sebuah survei yang diumumkan pekan lalu menemukan 77% warga Inggirs ingin pemerintah mengurangi masuknya warga asing.
Temuan lain dari yang disebut Survei Sikap
Sosial Inggris adalah sekitar 47% responden berpendapat pendatang adalah
hal yang buruk untuk ekonomi dan 31% mengatakan sebaliknya.Perdebatan tentang para pendatang di Inggris -termasuk sumbangannya dalam perekenomian- bisa dikatakan tidak pernah padam dan selalu diramaikan dengan unsur politik.
Di tengah-tengah pengumuman survei terbaru ini, Ketua Partai UKIP -yang beraliran politik kanan- Nigel Farage menyarankan agar kaum pendatang tidak mendapat tunjangan sosial sampai mereka tinggal di Inggris selama lima tahun.
Secara hukum maka setiap orang yang secara legal menjadi penduduk Inggris berhak untuk berbagai bantuan, seperti tunjangan anak, bantuan untuk penganggur, dan layanan kesehatan maupun pendidikan dasar gratis.
Pengetatan anggaran
Tidak semua pendatang di Inggris bisa mendapatkan pekerjaan.
Waktu yang dianggap terlalu pendek oleh Nigel Farage, dan juga walikota London, Boris Johnson, yang berpendapat pembatasannya selama dua tahun.
Namun kantor Perdana Menteri, David Cameron, menegaskan menahan tunjangan dalam jangka waktu panjang bisa melanggar undang-undang.
"Kami akan membuat yang terbaik sejalan dengan undang-undang," tutur juru bicara 10 Downing Street.
Tunjangan sosial memang menjadi salah satu hal penting dalam perdebatan tentang kaum pendatang.
Sementara Inggris masih sedang berada dalam upaya pemulihan ekonomi, warga Inggris sendiri juga menghadpi dampak pengetatan anggaran dalam berbagai hal.
Para pencari kerja, misalnya, tidak bisa lagi terus-terusan mengandalkan tunjangan pengangguran namun memiliki batas waktu untuk mendapatkan pekerjaan atau paling tidak melakukan kerja komunitas.
Bukan isu politik
Perdebatan tentang sumbangan pendatang terhadap perekonomian tidak akan pernah berakhir.
Ketika debat tentang imigrasi ini masih mengalir pekan lalu, saya menyaksikan tayangan investigasi di TV dari wartawan BBC, Fergal Keane, yang judulnya The Hidden World of Britain's Immigrants yang kalau diterjemahkan menjadi Dunia Tersembunyi dari Pendatang di Inggris.
Program dokumenter itu menghadirkan pendatang gelap, pendatang sah yang tidak bekerja, maupun pendatang yang hidup dengan mencopet.
Terhenyak juga rasanya menyaksikan ada orang yang hidup dengan mengandalkan tunjangan sosial semata dan bukan karena tidak mampu bekerja, tapi lebih didorong kemampuan menyalahgunakan sistem.
Sebagai pekerja sah di Inggris, saya otomatis merupakan pembayar pajak dan punya alasan untuk keberatan.
Cuma saya tetap yakin banyak orang yang perlu mendapat tunjangan sosial -dengan alasan kemanusiaan- dan tugas pemerintah memastikan sistemnya tidak disalahgunakan.
Jadi tidak terbuka untuk berkembang sebagai masalah politik.
Komentar
Posting Komentar